28 Juni, 2013

Pelajaran dari Penjual Koran


“Buuuu Koran Buuu” ucap lirih Putri sambil menyodorkan koran ke setiap pengguna jalan raya yang padat.
“Pak Koran Pak?? Masih baru koo pak “ ucapnya lagi tanpa henti.
Lampu sudah berubah menjadi hijau lagi, sampai jam segini pun Anak kecil berusia 6 tahun ini belum berhasil menjual Korannya.
“Panas,” ucapnya sambil melihat ke atas, dia merasakan betapa teriknya matahari siang itu.
“Aduuuuh aku lapar, tapi gimana aku masih ngga punya uang. Kalo minta ke ibu, kasian ibu.” Ucapnya lagi sambil memegang perutnya.
Lampu pun berubah menjadi merah lagi, bergegas Putri menawarkan koran korannya itu.
“Alhamdulillah korannya kejual 1, gapapa lah yang penting kejual.” Gumamnya dalam hati.
Tak jauh dari tempat dia berdiri, ia melihat sebuah mobil mewah parkir dan membuang sebuah bungkusan. Dengan cepat dia berlari kearah mobil itu.
Ia memungut bungkusan itu lalu menghampiri mobil mewah itu.
“mmm pak maaf, ini sudah bapak buang??” tanyanya pada seorang bapak dibalik kemudi.
“iya de, kenapa??” Tanyanya heran.
“Boleh saya memakannya pak?? Saya lapar sekali pak, dari pagi saya belum makan “ ucapnya kegirangan .
“Tapi itu kan kotor” ujar bapak itu.
“gapapa ko pak, ini udah lebih dari cukup.” Ucapnya sambil tersenyum manis
”terus kenapa kamu harus bertanya dulu pada saya?” tanya bapak itu.
“Inikan punya bapak, jadi saya harus bilang dulu sama bapak, kata ibu kalo kita menemukan sesuatu yang bukan milik kita, kita ngga boleh mengambilnya.” Ucapnya mantap smabil menyantap roti dibungkusan tadi.
“Hemmm kamu anak yang baik. Eh ini bapak kasih kamu uang buat beli makan, katanya kamu belum makan kan?” ucap bapak itu sambil menyodorkan sejumlah uang.
“ngga pak makasih, ini bukan hak saya.” Ucap nya sambil tersenyum.
“Eh ini beneran lo de, lumayan buat kamu makan nanti.” Ucap bapak itu lagi.
“Lebih baik uang itu bapak berikan pada yang lebih membutuhkan, pak. Kalo saya kan masih bisa jual koran koran ini, jadi saya masih bisa dapet uang. “ jawabnya.
“memang sudah laku berapa de?” tanya bapak itu
“Baru satu pak .” jawabnya lagi
“Bapak beli satu ya” kata bapak itu sambil memberi uang nya.
“pak saya tidak punya kembaliannya ini terlalu banyak. Bapak punya uang kecil?”
“gapapa de kembaliannya buat kamu aja.”
“ini bukan hak saya pak, bentar ya pak saya tuker dulu uangnya, bapak tunggu jangan pergi dulu” ucapnya lagi sambil berlari ke kios dekat situ.
“ini pak kembaliannya, makasih pak rotinya.” Ucap Putri sambil memberikan uang kembaliannya lalu pergi meninggalkan bapak itu.
“eh deeee, kenapa dikembalikan uangnya??” teriak bapak itu pada Putri,
“itu uang ganti Roti bapak.” Balasan Putri, sambil terus berlari menuju Lampu merah yang nyala.

4 komentar:

cerita yang menarik mba, kisah inspiratif dan teladan..

Saya jadi tidak yakin kalo itu hasil karya Anda. Sekali lagi apabila mempublikasikan karya orang lain silahkan cantumkan nama pengarangnya ^_^

Posting Komentar

Terima kasih kunjungannya
Jangan Lupa Komen Dan Follow bila tertarik :)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More